Protokol tunneling yang menggabungkan kelebihan PPTP dan L2F, menciptakan koneksi VPN yang lebih andal dan aman. Dengan dukungan enkripsi yang kuat, L2TP cocok untuk pengguna yang mengutamakan keamanan data tanpa mengorbankan stabilitas koneksi. Solusi ideal untuk kebutuhan remote access bisnis atau akses pribadi yang terlindungi.
Jika PPTP dianggap sudah usang, L2TP/IPsec adalah standar industri yang jauh lebih tangguh untuk kebutuhan bisnis. L2TP menyediakan tunnel (terowongan), sementara IPsec menyediakan enkripsi paket data yang melaluinya. Kombinasi ini menciptakan jalur komunikasi yang sangat sulit ditembus oleh serangan Man-in-the-Middle.
L2TP mentah tidak memiliki fitur enkripsi. Oleh karena itu, rekomendasi keamanan utama adalah selalu menggunakan L2TP di dalam enkripsi IPsec.
Saat mengonfigurasi Proposal pada IPsec, hindari algoritma lama seperti 3DES atau DES.
Untuk lingkungan profesional yang sangat ketat, penggunaan Pre-Shared Key (PSK) terkadang berisiko jika kunci tersebut bocor.
L2TP sering mengalami kendala saat berada di belakang router yang melakukan NAT.
Sama seperti pada PPTP, meskipun L2TP/IPsec sudah sangat kuat, menerapkan End-to-End Encryption di level aplikasi tetap direkomendasikan. Ini memberikan lapisan keamanan ganda (Redundancy):